rajabacklink

Mengenal Perbedaan Vaksin, Vaksinasi, dan Imunisasi

16 Nov 2020  |  45x | Ditulis oleh : Admin
Mengenal Perbedaan Vaksin, Vaksinasi, dan Imunisasi

Aghil - Vaksin menjadi salah satu solusi yang ditunggu-tunggu di tengah pandemi virus Covid-19. Sayangnya, meskipun vaksin ini penting, tak semua orang mengerti apa itu vaksin, vaksinasi, dan imunisasi.

Untuk meluruskan anggapan tentang vaksin, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Dr. dr Cissy Kartasasmita, Sp. A (K), M. Sc menjelaskan tentang ketiganya.

Vaksin

Cissy menjelaskan, bahwa vaksin adalah zat yang memiliki kandungan antigen dari virus yang hendak ditangani.

“Vaksin adalah zat atau sediaan yang mengandung antigen dari virus atau bakteri yang ingin kita dapatkan manfaatnya,” ujar Cissy dalam webinar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Senin (16/11/2020).

Vaksin ini dapat berisi virus atau bakteri baik. Bisa juga berupa partikel RNA dan DNA dari bakteri atau virus tersebut.

Vaksinasi

Adapun vaksinasi, merupakan proses pemasukan vaksin kedalam tubuh.

“Vaksinasi adalah tindakan untuk memasukkan vaksin ke dalam tubuh manusia guna mendapatkan reaksi respons imun menghasilkan antibodi,” lanjutnya.

Imunisasi

Adapun imunisasi, adalah proses yang terjadi dalam tubuh setelah dilakukan vaksinasi.

“Vaksinasi memasukkan vaksin ke dalam tubuh, timbul respons imun nah itu yang disebut imunisasi, jadi satu proses untuk mendapatkan imunitas.”

Kenapa Perlu Vaksin?

Cissy juga menjelaskan, mengapa manusia membutuhkan vaksin ini. Vaksinasi ini untuk membuat tubuh terlindung dari berbagai virus dan bakteri. Melalui sistem imun.

“Ada sekelompok penyakit yang disebut ‘penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi’ seperti vaksin hepatitis B yang biasa diberikan untuk bayi-bayi sejak lahir hingga dia berusia 18 tahun.”

Hal penting kedua adalah, ketika vaksinasi diberikan dan imunitas timbul di banyak orang maka akan timbul pula imunitas populasi.

“Jadi orang-orang yang diberi vaksin akan mempunyai imunitas tertentu untuk diri dia sendiri. Tapi kalau jumlahnya banyak mencakup suatu ambang tertentu itu akan melindungi yang lain.”

Perlindungan pada orang lain yang dimaksud adalah bayi dan orang dengan gangguan imun yang tidak mendapat vaksinasi. Jika lingkunganya kuat maka orang-orang yang tidak mendapatkan vaksin juga akan ikut terlindungi.

Berita Terkait
Baca Juga: